Minggu, 26 Desember 2010

Rahasia Penghulu Lidah Mertua

Rahasia Penghulu Lidah Mertua
(sumber : trubus-online.co.id)

Dua tahun belakangan ada banyak ‘pe nghuni’ baru di lemari pendingin di kediaman Edi
Sebayang. Mereka berupa deret an botol plastik setinggi 3,5 cm . Di set iap botol tertera kode huruf dan tanggal. Botol itu bukan berisi minuman, obat, atau vitamin. Itu wadah penyimpan serbuk sari sansevieria koleksinya.
 
Mafhum saja sejak 2 tahun silam Edi bersama hobiis lain anggota Tangerang Sansevieria Club (TSC) getol mengawinkan lidah mertua. Mereka menyimpan serbuk sari dari tetua sansevieria di lemari pendingin karena waktu berbunga beragam jenis sansevieria tidak sama. ‘Percuma ada serbuk sari, sementara bunga betina dari jenis lain sedang tak mekar. Makanya serbuk sari sebagai bunga jantan diawetkan di lemari pendingin,’ kata Edi.
 
Itu hanya salah satu trik mengawetkan serbuk sari sansevieria yang Edi dapat dari membaca literatur luar negeri. ‘Ternyata tak butuh ruang pendingin khusus seperti di laboratorium. Kulkas di rumah juga bisa dipakai,’ kata Choirisal Ohiyar, bagian Research and Development TSC. Kini ‘bank’ serbuk sari milik Edi itu memudahkan TSC untuk mengawinkan sansevieria kala bunga sansevieria lain - yang dipilih menjadi betina - mekar.
 
BegadangMenurut Edi bunga sansevieria mekar pada malam hari. Begitu aroma bunga mulai tercium semerbak di malam hari, pengusaha furnitur itu segera menyalakan lampu kebun. ‘Harumnya bunga menandakan serbuk sari dan putik siap dikawinkan. Itulah saat yang tepat untuk menjadi penghulu,’ tutur Edi.
 
Edi pun bersiap dengan pinset di tangan kanan dan wadah roll film berisi serbuk sari di tangan kiri. Kemudian Edi mengambil serbuk sari dari dalam wadah roll film lalu menyapukannya ke putik induk betina.
 
Selfing
Supaya tidak terjadi selfing alias menyilang dengan pejantan sendiri, serbuk sari dari tanaman yang dipilih sebagai betina diambil sebelum dikawinkan. Sansevieria tergolong tanaman berumah satu. Artinya dalam satu tanaman terdapat bunga jantan dan betina sekaligus. Dalam satu kuntum bunga biasanya terdapat 1 putik dan beberapa kepala sari. Karena itu pengambilan serbuk sari mesti berhati-hati agar kepala sari tak bersentuhan dengan putik.
 
Menurut Choirisal, teknik membuang terlebih dahulu serbuk sari dari tanaman calon induk betina itulah yang kerap dilupakan para pekebun. ‘Mereka umumnya asal silangkan saja, sehingga terjadi selfing. Akibatnya proses hibridisasi gagal,’ tutur Choirisal. Ini beda dengan perbanyakan anthurium yang mementingkan munculnya biji, tanpa mempertimbangkan jenis. Pada anthurium hobiis kebanyakan menginginkan anakan sama dengan induk, pada sansevieria sebaliknya. Penyilang ingin lahir varian baru.
 
Menunggu moment
Setelah serbuk sari dikawinkan dengan putik, tanaman disimpan di tempat yang berpeneduh supaya terhindar dari hujan. Lamanya? Sampai buah pentil muncul atau kira-kira sepekan hingga sebulan pascasilang. Setelah itu baru bisa ditempatkan di tempat terbuka. Selang 1 - 1,5 bulan kemudian buah masak berwarna jingga siap dipetik. Edi lalu mengeluarkan biji dari dalam buah dan merendamnya dalam larutan zat pengatur tumbuh selama 12 jam. Biji lalu disemai dalam media cocopeat, pasir malang, dan  kompos. Biji mulai berkecambah 2 bulan pascasemai. Dari sanalah lahir 40 hibrida hasil silangan TSC termasuk luciana yang langganan juara kontes.
 
Sementara Soejatno Boebekti di Temanggung, Jawa Tengah, sudah memperoleh 30 varian sansevieria selama 3 tahun terakhir. Yang paling fenomental ialah pyramid keturunan S. 'tom grumbley' Choirisal Ohiyar, bagian Research and Development Tangerang Sansevieria Club (TSC), menyilangkan sansevieria sejak 2 tahun lalu. Ia mengamati ada kecenderungan pola penurunan sifat tertentu dari induk yang dipilih. ‘Kecenderungan itu sangat mungkin bervariasi,’ kata Rizal. Pola kecenderungan itu antara lain: x S. trifasciata 'futura' yang daun tebal tapi agak menggulung.
 
Menyilangkan sansevieria sangat gampang dan cepat. Yang sulit justru menunggu moment saat 2 tanaman berbunga bersamaan,’ kata Edi. Itulah yang disiasati Edi dengan menyimpan serbuk dari dalam lemari pendingin. ‘Beberapa literatur menyebut serbuk sari bisa bertahan sampai 3 bulan. Tapi itu perlu pengujian,’ kata Taufik Hidayat, bagian Research and Development TSC.
 
Bermodal ‘bank’ serbuk sari Edi lebih leluasa mengawinkan lidah mertua karena tak mesti menunggu bunga muncul bersamaan. Dengan pemilihan jenis induk yang tepat, keturunan yang dihasilkan pun lebih mendekati keinginan.  

1. Edi Sebayang silangkan sansevieria sejak 2 tahun lalu. Ia membuat bank pollen dengan
menyimpan serbuk sari dalam lemari pendingin
2. Hibrida sansevieria umur 8 bulan pascasemai siap diseleksi dan dipindah tanam

Siasat Aman Simpan Pejantan
 
Ambil serbuk sari dengan cutton bud lalu simpan dalam botol plastik yang telah diberi garam dapur. ‘Garam dapur menyerap air sehingga udara dalam botol kering. Dalam satu botol biasanya saya beri garam sampai ½ tinggi botol,’ kata Edi Sebayang.
Gunakan botol plastik tempat roll film atau obat setinggi 3,5 cm. Tekuk cutton bud atau potong tangkainya lalu masukkan ke dalam botol. Bagian pangkal dibenamkan dalam garam, sedangkan ujungnya berada di atas.
 
Setiap botol hanya digunakan untuk menyimpan serbuk sari dari 1 jenis sansevieria. Edi juga mencatat jenis tanaman dan waktu pengambilan serbuk sari supaya tak tertukar.
Botol ditutup rapat lalu disimpan dalam kulkas.
 
Soejatno dan Kaca Pembesar

Bagi Soejatno Soebekti, hobiis sansevieria di Temanggung, Jawa Tengah, kaca pembesar alat yang wajib ada di kebun sansevieria miliknya. Kaca pembesar itu berguna saat Soejatno menyilangkan sansevieria. Maklum, ukuran putik dan serbuk sari sangat kecil. Rata-rata ukuran serbuk sari, misalnya 50 mikron setara sebutir pasir ukuran 2 mm dipecah seratus. Apalagi sansevieria hanya bisa disilangkan di malam hari. ‘Dengan kaca pembesar saya bisa melihat dengan jelas putik dan kepala sari sehingga penyilangan lebih akurat,’ kata penyilang yang sudah menghasilkan puluhan hibrida unggul itu.***
 
Pyramid, hibrida hasil silangan Soejatno Soebekti dengan induk S. 'tom grumbley' x S.
Trifasciata 'futura'. Daun tebal tapi menggulung
 
Patokan ala Rizal
1. Induk betina S. trifasciata:
- Jika disilang dengan induk jantan sansevieria berdaun silindris yang susunannya roset
cenderung menghasilkan keturunan roset
- Jika disilang dengan induk jantan silindris mengipas maka bentuknya mengipas
- Jika disilang dengan induk jantan flat leaf cenderung menghasilkan keturunan berdaun flat dengan corak mirip S. trifasciata. Contoh: hibrida S. ‘florida H-13, dan S. ’kanlayensis’
 
2. Jika induk betina silindris disilangkan dengan induk jantan silindris roset, cenderung
menghasilkan keturunan berbentuk roset. Contoh S. ‘dorris pflennig’
 
3. Jika induk betina silindris roset disilangkan dengan induk jantan berbentuk silindris mengipas cenderung menghasilkan keturunan twisted atau susunan daun spiral. Contoh: S. ballyi X S. Cylindrica, S. ballyi X S. cylindrica, S. ‘dorris pflennig’, S.’kanlayensis’
 
Kawinkan Lidah Mertua
1. Siapkan cotton bud yang sudah dicabik-cabik ujungnya sehingga kapas sedikit terurai
2. Ambil kepala sari beserta tangkainya dengan pinset lalu tempelkan pada ujung cotton
bud
3. Jika induk lain yang diinginkan sedang tidak berbunga, simpan serbuk sari dalam botol
plastik yang tertutup rapat, lalu simpan dalam lemari pendingin. Jika induk lain sedang
berbunga bisa langsung disilangkan
4. Penyilangan dilakukan dengan menyapukan ujung cotton bud berisi serbuk sari dari
induk jantan ke kepala putik induk betina. Pastikan kepala sari induk betina sudah diambil untuk mencegah selfing

0 komentar:

Posting Komentar