Si Belang Idaman
(sumber : trubus-online.co.id)
Gara-gara iseng bermain lempar piring, Richard Feynman menemukan teori gerakan elektron yang membuatnya meraih nobel fisika pada 1965. Karena iseng pula, seorang kolektor di Sidoarjo, Jawa Timur mendapat Sansevieria kirkii ‘superclone’ variegata yang jadi buruan mania lidah mertua.
Sang kolektor iseng mencabut 1 daun paling bawah superclone berdaun 6 koleksinya. Biasanya daun disingkirkan bila sakit atau arah tumbuhnya mengganggu penampilan. Daun superclone sang kolektor justru sehat-sehat saja. ‘Benar-benar hanya iseng,’ ujar seorang koleganya. Padahal harga pasaran tanaman berdaun 10 cm–ukuran daun yang dicabut itu mencapai Rp500.000 - Rp1-juta. Daun lalu ditanam. Selang 2 bulan, muncul tunas baru berwarna belang hijau-kuning.
Kemunculan superclone variegata pada akhir 2008 itu kontan menghebohkan mania sansevieria. ‘Maklum, superclone variegata tak pernah muncul sebelumnya di tanahair maupun dari Thailand,’ kata Ivan, hobiis sansevieria di Jakarta. Negeri Siam salah satu pusat keberadaan sansevieria unik, misal variegata. Kini, setelah 3 kali berpindah tangan, si belang itu ‘bertengger’ anggun di halaman rumah Nen Kurnia di bilangan Jakarta Selatan.
Cacah
Sosok si belang pun kian menawan. Sebanyak 5 daun sepanjang 5 - 12 cm tersusun memutar. Daun bertekstur kaku dan bentuknya bergelombang di bagian tepi. Di setiap helainya tersaput garis hijau kuning yang tegas. ‘Saya jatuh cinta pada superclone variegata lantaran warna kuningnya solid. Jumlahnya juga masih sangat langka,’ kata Nen Kurnia. Diduga ini satu-satunya superclone variegata. Si belang pun menjadi incaran mania sansevieria Thailand. ‘Ada hobiis di Thailand yang menanyakan keberadaan superclone variegata itu. Namun, kami tidak berniat melepasnya, apalagi ke negeri Siam,’ kata Erwin, putra Nen Kurnia yang juga hobi sansevieria.
Cacah
Sosok si belang pun kian menawan. Sebanyak 5 daun sepanjang 5 - 12 cm tersusun memutar. Daun bertekstur kaku dan bentuknya bergelombang di bagian tepi. Di setiap helainya tersaput garis hijau kuning yang tegas. ‘Saya jatuh cinta pada superclone variegata lantaran warna kuningnya solid. Jumlahnya juga masih sangat langka,’ kata Nen Kurnia. Diduga ini satu-satunya superclone variegata. Si belang pun menjadi incaran mania sansevieria Thailand. ‘Ada hobiis di Thailand yang menanyakan keberadaan superclone variegata itu. Namun, kami tidak berniat melepasnya, apalagi ke negeri Siam,’ kata Erwin, putra Nen Kurnia yang juga hobi sansevieria.
Nen Kurnia juga mengoleksi robusta variegata yang tak kalah cantik. Sosok setinggi 15 cm itu berdaun mengipas dengan susunan daun rapat dan warna belang merata di semua sisi. Modal susunan daun ideal itu dijaga benar oleh Erwin supaya arah dan ukuran daun tetap serasi. Koleksi belang Nen Kurnia makin lengkap dengan hadirnya S.pinguicula variegata dengan 7 daun. Selama ini variegata pinguicula yang pernah muncul berdaun pendek. Pinguicula variegata koleksi Nen berjenis daun panjang - lazim disebut pinguicula long. Di halaman rumah Nen ada pula samurai dwarf, macrophyla, dan lav. 23251 berdaun belang. Nun di Kediri, Jawa Timur, lahir pula S. ‘hoorwood’ variegata dari tangan Edy Yuwono.
Hoorwood belang muncul pada 2008 setelah Edy mencacah daun hoorwood yang dibelinya
dari Medan, Sumatera Utara. Ketika itu 1 daun hoorwood senilai Rp1-juta. ‘Saya beli indukan 3 daun. Salah satu daunnya saya pisah dan belah menjadi 2, lalu saya tanam untuk tujuan perbanyakan,’ tuturnya. Tanpa diduga 1 dari 2 setek daun itu melahirkan anakan berparas belang.
Setahun lalu, hoorwood belang itu diboyong Ivan dari Kediri ke kediamannya di Jakarta.
‘Banyak yang menawarnya, tapi saya belum berniat melepas,’ tutur pemilik nurseri Globalplant itu. Kini tampilan hoorwood itu makin matang. Lima daun tumbuh sepanjang 30 cm dengan warna dasar kuning muda dan saputan hijau di atasnya. Coraknya masih kental oleh bercak-bercak putih khas hoorwood.
Idaman
Sansevieria variegata memang selalu jadi incaran, apalagi jika si belang muncul dari jenis sansevieria yang lambat tumbuh dan langka. Jumlahnya sedikit lantaran populasi induk terbatas dan anakan muncul sangat lambat. ‘Jenis itu misalnya pinguicula, superclone, silver blue, samurai, robusta, atau rorida,’ tutur Taufik Hidayat, hobiis di Tangerang. Toh, beragam variegata idaman yang disebut Taufik itu kini ada dalam genggaman para kolektor tanahair. Sebut saja S. salaf ‘samurai’ variegata milik Edi Sebayang di Tangerang. Samurai yang diboyong dari Thailand pada Juli 2010 itu memiliki 6 daun yang tumbuh mengipas dengan bentangan 40 cm. ‘Saya menjumpai 2 samurai variegata di Thailand, besarnya hampir sama. Salah satunya saya boyong ke Jakarta,’ kata Edi. Ada pula sansevieria belang lain yang baru muncul seperti boncel, koko, S. downsii, silver blue, dan rorida. Sosok mereka masih juvenil (tanaman muda, red) karena baru lahir 1 tahun belakangan.
Sansevieria variegata memang selalu jadi incaran, apalagi jika si belang muncul dari jenis sansevieria yang lambat tumbuh dan langka. Jumlahnya sedikit lantaran populasi induk terbatas dan anakan muncul sangat lambat. ‘Jenis itu misalnya pinguicula, superclone, silver blue, samurai, robusta, atau rorida,’ tutur Taufik Hidayat, hobiis di Tangerang. Toh, beragam variegata idaman yang disebut Taufik itu kini ada dalam genggaman para kolektor tanahair. Sebut saja S. salaf ‘samurai’ variegata milik Edi Sebayang di Tangerang. Samurai yang diboyong dari Thailand pada Juli 2010 itu memiliki 6 daun yang tumbuh mengipas dengan bentangan 40 cm. ‘Saya menjumpai 2 samurai variegata di Thailand, besarnya hampir sama. Salah satunya saya boyong ke Jakarta,’ kata Edi. Ada pula sansevieria belang lain yang baru muncul seperti boncel, koko, S. downsii, silver blue, dan rorida. Sosok mereka masih juvenil (tanaman muda, red) karena baru lahir 1 tahun belakangan.


0 komentar:
Posting Komentar